Bagaimana Proses Penyambungan Pipa HDPE Dan Pipa PPR

Pipa HDPE dan pipa PPR ini terkenal di dalam dunia konstruksi dan instalasi bangunan. Pasalnya jenis pipa ini memang paling cocok digunakan di berbagai jenis instalasi atau bangunan. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas lebih lanjut teknik apa saja yang paling sering digunakan oleh para teknisi untuk menyambung pipa HDPE dan pipa PPR.

Proses Penyambungan Pipa HDPE

Pipa HDPE saat ini paling sering digunakan dalam berbagai instalasi pipa air dan gas karena ipa HDPE anti karat dan aman bagi kesehatan, mudah dalam proses pemasangan dan ringan, bisa dipakai hingga usia 50 tahun bahkan lebih, serta food grade.

Untuk proses pemasangannya sendiri, terdapat 3 metode yang paling sering digunakan. Metode yang pertama yakni compression fitting joint, butt fusion joint, serta electro fusion joint.

Compression Fitting Joint

Salah satu metode fitting HDPE yakni dengan cara compression fitting joint. Cara penyambungan ini memakai sambungan pipa atau fitting HDPE dan tinggal disambungkan saja tanpa harus memakai lem. Caranya yakni sebagai berikut:

  • Anda harus membuka compression collar lalu lepaskan union dan ring dari penjepitnya
  • Pasanglah union dan ring penjepit ke bagian ujung pipa
  • Lalu pasanglah lagi compression collar dan rapatkan dengan menggunakan tangan atau alat pengencang.
  • Lakukan langkah tersebut pada pipa HDPE lainnya yang akan disambung.

Butt Fusion Joint

Metode fitting HDPE yang selanjutnya yakni dengan cara butt fusion joint. Pada metode ini kedua bagian ujung pipa akan dipanaskan hingga derajat tertentu lalu kemudian disambungkan dengan alat butt fusion. Caranya yakni sebagai berikut:

  • Pasanglah ujung pipa yang akan disambung dengan alat butt fusion
  • Lalu kencangkan alat penjepit hingga kedua ujung pipa berada dalam satu sumbu
  • Ratakan ujung pipa dengan alat perata elektrik hingga benar-benar rata dan bersih
  • Pasang alat pemanas di antara ujung pipa
  • Lalu sambungkan dan tekanlah ujung pipa hingga tekanan yang telah diatur sebelumnya.

Electro Fusion Joint

Metode ketiga dalam proses penyambungan pipa HDPE yakni dengan metode electro fusion joint. Caranya yakni sebagai berikut:

  • Bersihkan terlebih dahulu bagian ujung pipa
  • Pasanglah ujung pipa ke alat electro fitting
  • Lalu hubungkan electrode ke electro fitting dan hidupkan alat tersebut.

Proses Penyambungan Pipa PPR

Sementara untuk penyambungan pipa PPR ini tergantung dari ukuran diameter pipa tersebut. Pipa PPR yang memiliki diameter hingga 63 mm tidak memerlukan alat penyambungan, cukup dengan teknik welding machine, sementara untuk pipa PPR di atas 63 mm diperlukan alat penyambung dengan 1 sumbu. Berikut ini langkah-langkahnya.

Proses Penyambungan Pipa PPR Diameter 20 MM Hingga 63 MM

  • Pasang matrice kemudian hidupkan dan atur suhu mesin hingga 260 derajat
  • Potong kurang lebih 1 cm ujung pipa yang akan disambung
  • Beri kedalaman socket dengan dikurangi 1-2 mm
  • Panaskan pipa dan fitting pada bagian matrice

Proses Penyambungan Pipa PPR Diameter 75 MM Hingga 110 MM

  • Hampir sama dengan langkah sebelumnya, yakni pasang matrice lalu atur suhu dari welding machine hingga 260 derajat
  • Pasang klem pipa sesuai dengan ukuran pipa yang akan disambung
  • Lalu potong bagian ujung pipa kurang lebih 1 cm
  • Jepit bagian fitting yang akan disambung pada klem fitting
  • Lalu ratakan fitting dan pipa dengan centering unit
  • Jepit pipa yang akan disambung
  • Panaskan pipa dan fitting pada matrice

Demikian beberapa informasi terkait dengan berbagai jenis metode yang digunakan dalam proses penyambungan pipa HDPE dan pipa PPR. untuk memperoleh pipa HDPE dan pipa PPR yang berkualitas, Anda bisa langsung mengunjungi distributor pipa HDPE dan supplier pipa PPR Surabaya. Semoga bermanfaat.

Bagaimana Proses Penyambungan Pipa HDPE Dan Pipa PPR

You May Also Like

error: This Website has been protected !!!