Mengenal Lebih Dalam Mengenai Jenis Tekanan Pipa HDPE dan Cara Menghitungnya

Pipa HDPE atau singkatan dari High Density Polythylene adalah pipa yang terbentuk dari bahan baku plastic polyethylene. Pipa yang satu ini berkualitas tinggi serta memiliki sifat yang sangat elastis dan lentur, jadi ketika proses pemasangannya tidak akan mengalami kesulitan.

Dengan menggunakan pipa HDPE, banyak kemudahan yang bisa didapat, seperti kemudahan dalam penyambungan pipa, pipa yang dapat mengikuti pergerakan tanah, serta kemudahan dalam expedisinya. Satu hal penting lagi yang perlu diketahui, pipa HDPE terbuat dari bahan Polythylene, sehingga pipa HDPE cenderung memiliki bobot yang lebih ringan dibanding pipa lainnya, bahkan pipa HDPE bisa tahan lebih dari 50 tahun pemakaian.

Banyak keuntungan dari pemakaian pipa HDPE yang akan memberikan keuntungan bagi Anda kedepannya, yaitu memiliki sistem yang kuat, ringan, fleksibel, sudah berstandar SNI dan standar internasional, memiliki permukaan dalam pipa yang halus (smooth bore), tahan terhadap sinar matahari, tidak korosi, tidak beracun, dan lapisan pipa yang tidak bereaksi terhadap bahan kimia.

Dalam memilih pipa HDPE bukan saja hanya memperhatikan ukurannya saja, namun harus mengetahui juga mengenai beragam tekanan dari pipa HDPE tersebut. Tekanan dalam pipa HDPE fungsinya adalah mengatur banyaknya air yang akan melewati pipa. Setiap jenis pipa memiliki tekanan yang berbeda-beda. Inilah beberapa jenis tekanan pipa yang harus anda ketahui.

  • Tekanan Pipa HDPE 6,3 kg/Cm2

Tekanan ini adalah varian tekanan pipa HDPE yang paling kecil dari semua jenis tekanan yang ada. Merupakan jenis tekanan pipa paling kecil, dengan nominal tekanan 6.3 kg/cm2. Jenis pipa ini memiliki tebal dinding paling tipis dengan diameter pipa mulai dari 3 inch (90mm) hingga 24 inch (630mm). Dibandingkan dengan jenis yang lainnya, harga dari pipa ini juga lebih murah. Digunakan untuk aliran air bertekanan rendah atau tanpa tekanan. Terkadang pipa ini juga sering digunakan untuk pelindung kabel karena tebal dinding pipa lebih tipis dibanding jenis lain.

  • Tekanan Pipa HDPE 8 Kg/Cm2

Sama dengan jenis tekanan pipa diatas, jenis tekanan ini pun tidak tersedia dalam semua jenis varian diameter. Tersedia untuk diameter 75 mm hingga 630 mm saja. Merupakan jenis pipa dengan ketebalan dinding pipa tertipis kedua setelah PN 6,3 Kg/Cm2. Cocok untuk saluran air bertekanan 8 bar atau 8 Kg/cm2 bar. Seperti pipa HDPE 6,3 Kg/Cm2, insid diameter pipa yang besar membuat produk kerap dijadikan sebagai material pelindung kabel.

  • Tekanan Pipa HDPE HDPE 10 Kg/Cm2

Tekanan pipa ini ini merupakan varian tekanan pipa HDPE yang paling sering digunakan. Tekanan pipa sekitar 10 Kg/cm2 dengan diameter 50 mm hingga 630 mm. pipa ini memiliki popularitas di pasaran, sehingga stok berlimpah dan sangat mudah ditemukan. Bisa digunakan untuk semua jenis saluran air yang memiliki tekanan dan bisa digunakan untuk penyambungan dengan jenis pipa yang lainnya.

  • Tekanan Pipa HDPE 12,5 Kg/Cm2

Tekanan pipa HDPE 12,5 kg/cm2 bisa Anda pilih bila tekanan 10 Kg/cm2 Anda anggap kurang besar sedikit. Jenis pipa HDPE 12,5 Kg/Cm2 ini sangat tepat digunakan untuk saluran air di daerah perkotaan hingga daerah yang kontur tanahnya sulit. Ukuran pipanya sendiri tersedia untuk ukuran 50 mm sampai 630 mm. Walaupun bertuliskan 12,5 Kg/Cm2, jenis tekanan ukuran pipa HDPE ini dapat ditoleransi hingga 1,5 kalinya. Hal ini juga berlaku pada jenis pipa yang lainnya.

  • Tekanan Pipa HDPE 16 Kg/Cm2

Tekanan pipa HDPE 16 Kg/Cm2 dikenal dengan tekanan pipa 16 bar. Jenis ini memiliki ketebalan dinding pipa paling besar. Hampir semua ukuran diameter pipa memiliki tekanan sebesar ini khususnnya untuk diameter 1/2 inch (20 mm) hingga 24 inch (630 mm). Dengan tekanan yang besar, pipa ini digunakan untuk saluran air yang membutuhkan tekanan besar seperti saluran air bersih dari bawah tanah, bahkan pipa dengan tekanan ini bisa digunakan untuk saluran air bersih yang siap konsumsi.

Ketentuan PN pada tekanan pipa HDPE sebaiknya Anda sesuaikan dengan proses penyambungan pipa dan aliran air yang akan lewat, baik pipa maupun fitting sebaiknya dilakukan dengan PN yang sama. Hal ini karena semakin jauh jenjang perbedaan PN, semakin berbeda juga tebal dinding dan akan membuat masalah. Misalnya pipa dan aksesoris dengan dinding tipis akan mudah meleleh. Sedangkan ketika proses penyambungan pipa dengan PN kecil akan lebih mudah terlipat karena dorongan dari mesin welding.

Padahal ketika proses penyambungan, perbedaan yang muncul akan mengakibatkan permasalahan tersendiri. Walaupun demikian, prosedur penyambungan PN yang berbeda tetap bisa Anda lakukan, maksimal 2 tingkat. Contohnya PN 10 disambung dengan jenis pipa HDPE dengan tingkat PN 16.

Dalam proses pengukuran kekuatan tekanan pipa HDPE, individu, para kontraktor dan pengusaha pipa biasanya menggunakan teknik tertentu. teknik yang dimaksud adalah teknik bernama SDR atau kepanjangan dari Standard Dimendional Ratio. SDR adalah rasio perbandingan antara ketebalan pipa dan diameter luar pipa (OD, Outer Diameter).

Tekanan pada pipa sering menjadi dasar dalam instalasi pipa, khususnya dengan pipa HDPE. Hal ini karena tanpa kejelasan tekanan yang pasti dan tepat, sistem penyaluran pada pipa tentu tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan. Pipa mungkin menjadi tidak tahan tahan lama, mudah rusak, dan air tidak mengalir pada keran yang dimaksudkan karena terbuang terlebih dahulu ke keran yang lain.

Agar terhindar dari hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menentukan jenis pipa apa yang sesuai. Salah satu caranya dengan menghitung dengan rumus standard Dimensional Ratio (SDR). Standard Dimensional Ratio (SDR) ini juga dikenal dengan istilah rasiodimensi standar. Rumus ini dihitung dengan melihat diameter pipa, ketebalan dinding dan tekanan nominal pada pipa.

Untuk mendapat angka SDR cukup mudah. Karena Anda hanya  perlu melihat diameter luar pipa dan ketebalannya. DE atau (Diameter luar nominal pipa) dibagi dengan “e” atau tebal dinding pipa. Cara lainnya untuk mendapatkan ukuran SDR adalah dengan mengkali dua Seri pipa kemudian ditambah dengan 1 (Satu). Atau untuk mengukur S (Seri pipa), Anda bisa menggunakan rumus Design stress dibagi dengan PN.

Lebih mudahnya, 20 dikalikan dengan kekuatan minimal pipa setelah 50 tahun pemakaian normal (air 20 derajat Celsius). Kemudian hasil pengalian tersebut dibagi dengan SDR-1 yang dikalikan dengan safety factor.

Dari sini bisa Anda simpulkan bahwa ketika membeli pipa HDPE, bukan saja hanya memikirkan masalah ukuran, kualitas, dan harga pipa saja, Anda pun harus memperhatikan tekanan pipanya dan cara menghitungnya. Agar kedepannya, saluran pipa yang dibuat dapat berjalan normal  serta dengan efektif mengalirkan air atau zat lainnya di dalam pipa.

pipa hdpe

You May Also Like

error: This Website has been protected !!!