Mengukur Nilai Jual Pipa HDPE Sesuai Karakteristik Kualitasnya

Pipa HDPE (high-density polyethylene) dikenal sebagai salah satu jenis pipa yang memiliki kepadatan tinggi sehingga mampu menahan daya tekan beban dalam jumlah yang besar.Karakteristik pipa HDPE yang tidak mudah bereaksi terhadap bahan kimia juga menambah nilai jual pipa HDPE, sekaligus meningkatkan daya tarik bagi berbagai kebutuhan industri maupun nonindustri.

Secara perlahan, ketertarikan terhadap pipa HDPE telah menggantikan permintaan terhadap pipa besi yang rentan karat. Kasus pencemaran limbah dari saluran pembuangan dan gorong-gorong di Amerika Serikat dan Belanda merupakan salah satu contohnya.

Kedua negara tersebut telah mengubah kebijakan penggunaan pipa besi karena jenis bahannya yang tidak mampu menjadi solusi penanganan limbah. Pipa yang seharusnya menyalurkan material kotor, justru mencemarilingkungan karena saluran pembuangan terkontaminasi karat dari besi.

Untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, kebijakan penggunaan pipa besi pun diganti dengan pemakaian pipa HDPE. Pipa ini dianggap memiliki beberapa karakteristik unik yang lebih unggul dari jenis pipa lainnya. Karakteristik tersebut, antara lain:

  1. Fleksibilitas Tinggi

Pipa HDPE mempunyai karakteristik yang lentur (bisa digulung), sehingga bisa mengurangi penggunaan fitting atau sambungan. Spesifikasi kekuatan tensil pipa ini lebih dari 22 mPa dengan tingkat elasitas > 700 persen.Pipa HDPE dapat dibengkokkan sampai radius 25 kali diameter pipa nominal dan mampu menghemat penggunaan fitting, thrust blok,maupun penahan lainyang biasa digunakan oleh pipa jenis lain.

  1. Tahan terhadap Korosi dan Abrasi

Pipa HDPE dapat menahan berbagai jenis asam, caustic, larutan garam, dan gas. Permukaan dalamnya yang keras juga membuat pipa HDPE lebih cocok untuk dialiri lumpur dan berbagai abrasif lainnya.

  1. Material Tahan Cuaca dan Suhu

Dengan komposisi material PE 100 (design stress 6.3 mPa) dan PE 100 (design stress 8 mPa), pipa HDPE lebih tahan terhadap pengaruh cuaca dibanding jenis pipa lainnya. Aplikasi pipa ini juga mampu menahan suhu lingkungan yang tinggi di kawasan tropis seperti Indonesia, serta suhu yang sangat rendah karena pipa polyethylene (PE) memiliki brittleness point (titik rapuh) yang jauh di bawah nol derajat Celsius.

  1. Tingkat Keretakan Rendah

Dengan bahan dasar polyethylene (PE), pipa HDPE memiliki tingkat keretakan yang rendah sehingga masa pakainya bisa mencapai lebih dari 50 tahun. Pipa ini sangat diandalkan untuk jaringan pipa bawah tanah yang menuntut ketahanan terhadap beban dari permukaan tanah, serta kelenturan mengikuti kontur tanah.

  1. Risiko Kebocoran Relatif Kecil

Dalam proses termal, penyatuan dua batang pipa HDPE mampu menghilangkan semua sambungan mekanis dan mencegah berbagai potensi kebocoran dalam pipa dan fitting. Hal ini juga berpengaruh pada pemeliharaannya yang lebih “bersahabat” dengan kebocoran air. Apabila kebocoran air pada pipa besi tidak boleh melebihi 20 persen, maka tingkat kebocoran yang tidak diperbolehkan pada pipa HDPE adalah nol persen.

  1. Bahan Ringan Memudahkan Instalasi

Pipa HDPE lebih fleksibel daripada pipa PVC, sehingga lebih tahan terhadap penanganan kasar.Bobot yang relatif ringan juga mencegah proses instalasi yang menghabiskan waktu.Selain itu, pipa polyethylene (PE) bisa diproduksi dalam bentuk batangan yang membentuk gulungan (coil) sepanjang 12 meter dengan ukuran maksimum 6 inci.

Demikianlah pembahasan tentang karakteristik pipa HDPE yang secara tidak langsung akan menentukan kualitas dan menambah nilai jual pipa HDPE.Dengan memahami karakteristik tersebut, Anda tentu lebih mudah membedakan pemilihan pipa sesuai kebutuhan. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

error: This Website has been protected !!!